• gambar

SELAMAT DATANG DI WEBSITE SMP NEGERI 2 KARANGPUCUNG

Pencarian

Login Member

Kontak Kami


SMP NEGERI 2 KARANGPUCUNG

NPSN : 20300527

Jl.Abdi Praja Tayem Karangpucung Kab.Cilacap


[email protected]

TLP : (0280) 6263249


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 235985
Pengunjung : 79162
Hari ini : 31
Hits hari ini : 97
Member Online : 1
IP : 2600:1f28:365:80b0:113:f625:a692:9e7
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Model Pembelajaran KTJ Pada Pembelajaran




Artikel Ilmiah
Karya: Bapak Bahrudin, S.Pd. (Guru Matematika - SMPN 2 Karangpucung)

Jateng Pos (Sabtu, 21 Januari 2023)

“Model Pembelajaran KTJ Pada Pembelajaran Matematika

 

 

Oleh :

Bahrudin, S.Pd

Guru SMPN 2 Karangpucung

Kabupaten Cilacap

 

Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran di sekolah, antara lain fasilitas sekolah, guru,  lingkungan siswa dan metode pembelajaran. Guru sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan siswa memegang peranan penting di dalam pendidikan. Seorang guru diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan sehingga siswa dapat berperan aktif dalam proses belajar mengajar.

 

Dalam pembelajaran matematika di sekolah banyak kendala yang dialami siswa. Banyak siswa yang menganggap bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang sulit. Hal ini terjadi karena siswa cenderung pasif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas. Selain itu dalam pembelajaran di kelas guru cenderung menggunakan metode ceramah dalam menyampaikan materi pembelajaran. Guru belum menggunakan pendekatan pembelajaran tertentu agar siswa lebih mudah mencerna materi yang disampaikan, untuk itu guru perlu mencari dan menggunakan metode yang tepat sehingga dapat meningkatkan aktifitas belajar matematika siswa. Faktor lain yang mempengaruhi rendahnya prestasi belajar matematika siswa adalah tentang kegunaan matematika itu sendiri. Matematika tidak hanya digunakan untuk memberikan kemampuan dalam perhitungan-perhitunga (kuantitatif), tetapi juga pada penataan cara berpikir, terutama dalam pembentukan kemampuan menganalisis, membuat sintesis, melakukan evaluasi hingga kemampuan memecahkan masalah. Kebanyakan siswa lebih senang menghapal rumus daripada memahami konsep matematika. Rendahnya prestasi belajar matematika siswa juga disebabkan karena keaktifan siswa dalam pembelajaran di kelas yang masih rendah. Siswa jarang sekali mengajukan pertanyaan meskipun guru telah memberikan pancingan dengan pertanyaan-pertanyaan yang sekiranya siswa belum jelas.

 

Selain itu aktifitas siswa dalam mencatat, membuat ringkasan dan mengerjakan soal-soal latihan juga masih rendah. Sebagian besar siswa hanya pasrah ketika diberikan soal matematika dan tidak mau mendiskusikannya dengan teman sekelasnya. Dalam proses pembelajaran selama ini pada umumnya guru senantiasa mendominasi kegiatan dan segala inisiatif datang dari guru, sementara siswa hanya sebagai objek penerima. Siswa tidak mampu mengembangkan ide-ide kreatifnya dalam mempelajari matematika. Hal ini dapat dikatakan bahwa guru dalam kegiatan belajar mengajar di kelas kurang menekankan pada aspek kemampuan siswa dalam menemukan konsep-konsep matematika berdasarkan pengalamannya sendiri.

 

Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw (KTJ) merupakan model pembelajaran yang membagi siswa ke dalam beberapa kelompok lalu secara sistematis memecah kembali kelompok tersebut untuk berdiskusi dengan anggota kelompok lain dalam suatu bagian materi dan kelompok khusus untuk kemudian kembali ke kelompok awal dan menyampaikan hasil diskusinya dengan kelompok khusus tadi. Artinya anggota kelompok awal memiliki tanggung jawab masing-masing atas penguasaan bagian materi tertentu dengan cara mencari tahu dan mendiskusikannya bersama anggota-anggota kelompok bayangan supaya dapat mengajarkannya pada kelompok awal. Seperti yang diungkapkan oleh Fathurrohman (2015, hlm.63) bahwa model pembelajaran jigsaw adalah suatu teknik pembelajaran kooperatif yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan materi tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya. Spesifiknya, model pembelajaran kooperatif jigsaw membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok memiliki seorang ahli yang diharuskan untuk menguasai salah satu bagian dari materi yang dipelajari. Selanjutnya semua ahli dari masing-masing kelompok bersatu membentuk kelompok ahli untuk mempelajari dan mendiskusikan bagian meteri yang harus mereka kuasai. Setelah itu semua anggota kelompok ahli kembali ke kelompok asal masing-masing dan membagikan hasil diskusinya.

 

Penulis menganalisis hasil penilaian harian peserta didik setelah menerapkan model pembelajaran jigsaw pada materi Persamaan Kuadrat mengalami peningkatan hasil belajar dan juga siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. KTJ di SMP Negeri 2 Karangpucung telah berhasil meningkatkan keaktifan dan kemampuan matematika peserta didik.

 

Berikut Bukti Terbit:




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :





   Kembali ke Atas